Berikut ini adalah beberapa hal penting yang dapat disimpulkan dari laporan keuangan TRIP untuk tahun buku 2021:
Pendapatan bersih: Perusahaan mengalami penurunan pendapatan bersih sebesar 15,18% dari Rp12,59 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp10,67 triliun pada tahun 2021. Penurunan pendapatan bersih ini terutama disebabkan oleh penurunan harga jual rata-rata produk perusahaan, meskipun volume penjualan mengalami peningkatan.
Beban pokok: Beban pokok perusahaan mengalami penurunan sebesar 10,17% dari Rp8,33 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp7,48 triliun pada tahun 2021. Penurunan beban pokok ini sejalan dengan penurunan pendapatan bersih perusahaan.
Laba usaha: Laba usaha perusahaan mengalami penurunan sebesar 26,32% dari Rp4,26 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp3,14 triliun pada tahun 2021. Penurunan laba usaha ini disebabkan oleh penurunan pendapatan bersih dan peningkatan beban usaha, termasuk beban penjualan, beban umum, dan beban administrasi.
Laba bersih: Laba bersih perusahaan mengalami penurunan sebesar 29,11% dari Rp3,14 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp2,22 triliun pada tahun 2021. Penurunan laba bersih ini disebabkan oleh penurunan laba usaha dan kenaikan beban bunga.
Aset: Total aset perusahaan mengalami peningkatan sebesar 1,93% dari Rp20,46 triliun pada akhir tahun 2020 menjadi Rp20,84 triliun pada akhir tahun 2021. Peningkatan aset ini terutama disebabkan oleh peningkatan kas dan setara kas, serta peningkatan persediaan.
Liabilitas: Total liabilitas perusahaan mengalami peningkatan sebesar 13,38% dari Rp11,74 triliun pada akhir tahun 2020 menjadi Rp13,31 triliun pada akhir tahun 2021. Peningkatan liabilitas ini terutama disebabkan oleh peningkatan utang jangka panjang dan utang usaha.
Ekuitas: Ekuitas perusahaan mengalami penurunan sebesar 11,11% dari Rp8,72 triliun pada akhir tahun 2020 menjadi Rp7,72 triliun pada akhir tahun 2021. Penurunan ekuitas ini disebabkan oleh penurunan laba bersih perusahaan.
Secara keseluruhan, laporan keuangan PT Tri Polyta Indonesia Tbk untuk tahun buku 2021 menunjukkan bahwa perusahaan mengalami penurunan kinerja keuangan. Penurunan kinerja keuangan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk penurunan harga jual rata-rata produk perusahaan dan peningkatan beban usaha.