Proses kerusakan bangunan oleh garam siklik dimulai ketika air laut masuk ke dalam pori-pori bangunan. Ketika air laut menguap, garam-garam yang terkandung di dalamnya tertinggal di dalam pori-pori. Garam-garam ini dapat menyerap air dari udara dan membentuk larutan garam pekat yang dapat merusak bahan bangunan.
Kerusakan bangunan oleh garam siklik dapat dicegah dengan beberapa cara, antara lain:
* Menggunakan bahan bangunan yang tahan terhadap korosi dan garam, seperti baja tahan karat, aluminium, dan beton bertulang.
* Melapisi permukaan bangunan dengan bahan pelindung, seperti cat epoksi atau poliuretan.
* Membersihkan permukaan bangunan secara teratur untuk menghilangkan garam-garam yang menumpuk.
Berikut ini adalah beberapa contoh kerusakan bangunan di pantai yang disebabkan oleh garam siklik:
* Kerusakan pada struktur baja jembatan di pantai akibat korosi.
* Pengelupasan cat pada bangunan di pantai.
* Kerusakan pada batu dan mortar di dinding bangunan di pantai.